Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya ke Jaringan Listrik Sumba Timur.

29 Mei 2019

Mengintegrasikan energi terbarukan bervariasi seperti tenaga surya dan tenaga bayu ke jaringan listrik PLN merupakan tantangan besar bagi PLN. Automatic dispatch system (ADS) adalah sebuah solusi inovatif yang dapat menjawab tantangan untuk mengatasi integrasi energi terbarukan bervariasi ke jaringan listrik. USAID ICED II membantu PLN mengadopsi inovasi tersebut. Dalam jangka panjang, ADS dapat membantu PLN dalam merencanakan jaringan distribusi dan pembangkit serta merencanakan kendali terhadap jaringan distribusi agar kualitas pengoperasioan jaringan distribusi PLN meningkat.

Pada 15 Mei 2019, USAID ICED II dan PLN memulai uji kelaikan untuk menjalankan ADS yang telah dipasang. USAID ICED II memasang ADS di jaringan distribusi 20 kilovolt (kV) Sumba Timur karena jaringan tersebut terhubung ke sebuah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1 Megawatt peak (MWp). Jaringan tersebut juga mengendalikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Stasiun Kabanjawa.

Selama uji kelaikan, ADS bekerja dengan baik dan berhasil menstabilkan frekuensi jaringan distribusi 50± 0.25 Hertz. Ini berarti, ADS yang terpasang mampu mengendalikan frekuensi jaringan pada kondisi stabil dengan mengelola operasional PLTD Kabanjawa untuk memenuhi beban/permintaan daya dan output yang bervariasi dari PLTS.

USAID ICED II dan PLN akan melakukan pengamatan selama dua minggu, terutama pada jam kritis (waktu titik puncak) untuk melihat bagaimana alat kontrol dan sistem pembangkit listrik dapat menyeimbangkan pasokan listrik dan beban daya dari PLTS terdekat yang memasok listrik tidak secara terus menerus karena kondisi cuaca. Keberhasilan dari pemasangan, pengujian dan operasional ADS adalah bukti bahwa masalah yang berkaitan dengan sifat energi terbarukan bervariasi yang tidak terus menerus atau intermittent pada jaringan distribusi dapat diatasi dengan baik. Ini juga merupakan bukti bahwa PLN telah memahami inovasi ini sehingga integrasi energi terbarukan bervariasi dapat diterapkan di jaringan distribusi lainnya.