Pelatihan dan Lokakarya Perencanaan Elektrifikasi Lanjutan untuk PLN Sumatra Utara

1 Agustus 2019

Bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), USAID Indonesia Clean Energy Development II (ICED II) mengadakan pelatihan lanjutan dan lokakarya perencanaan elektrifikasi pada 30-31 Juli 2019 di Medan. Pelatihan ini bertujuan mengupayakan penyelarasan data dan meningkatkan kemampuan PLN Wilayah Sumatra Utara dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatra Utara dalam melakukan perencanaan elektrifikasi pedesaan menggunakan pendekatan geospasial.

Analisis perencanaan elektrifikasi dapat memperkuat kapasitas PLN dan ESDM wilayah Sumatra Utara dalam merencanakan pemasangan listrik bagi daerah yang belum memiliki akses listrik, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperbaiki manajeman dan transparansi data.

Manager Sub Bidang Perencanaan Kelistrikan PLN Wilayah Sumatra Utara, Deny Fitrianto, dalam pembukaan pelatihan mengatakan banyak tantangan dalam melistriki desa. PLN Wilayah Sumatra Utara masih mempunyai pekerjaan rumah untuk melistriki 122 desa dan saat ini belum ada rujukan data yang sama. “Diharapkan (ada) sinergi berbagai pihak di provinsi.”

Deny juga menambahkan bahwa ia menyambut baik inisiatif ICED untuk membantu perencanaan program Listrik Perdesaan (LISA) dan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Ini merupakan program langkah pre elektrifikasi yang ditujukan untuk rumah yang belum mempunyai akses listrik.

Pelatihan ini adalah tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya yang sudah menghasilkan pembaruan peta spasial jaringan Sumatra Utara 20 kV pada bulan April 2018 dan perencanaan elektrifikasi pada bulan Maret 2019. Untuk langkah selanjutnya, USAID ICED II akan bekerja sama dengan PLN Wilayah Sumatra Utara untuk meningkatkan capaian perencanaan listrik desa di wilayah Sumatra Utara.

Akses masyarakat pedesaan terhadap listrik masih sulit akibat minimnya data yang komprehensif mengenai kebutuhan energi dan potensi pasokan di desa. Hal tersebut menyebabkan kurangnya infrastruktur untuk akses transportasi, akses pasar dan hal lainnya sehingga kapasitas ekonomi penduduk menjadi lemah. Perencanaan elektrifikasi pedesaan sangat dibutuhkan agar pendataan kebutuhan listrik desa bisa terangkum dengan akurat.

Sistem Informasi Geografis (GIS) mampu memetakan berbagai lapisan informasi seperti jaringan listrik, distribusi jalan dan bangunan sehingga PLN Wilayah Sumatra Utara dan Dinas ESDM Provinsi Sumatra Utara dapat melakukan perencanaan dan pengembangan akses dan infrastruktur listrik regional.