Proyek Listrik Surya Atap untuk Gedung Pemerintah dan Fasilitas Umum di Aceh.

5 November 2019

Bekerja sama dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh, USAID Indonesia Clean Energy Development II (ICED II) menyelenggarakan seminar dan lokakarya mengenai  pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap untuk gedung pemerintah dan fasilitas umum di Provinsi Aceh pada 29-30 Oktober 2019 di Aceh. Sebanyak 55 peserta perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan seperti Dinas ESDM, Bappeda, PLN Wilayah, tenaga ahli, akademisi dan mahasiswa dari universitas lokal, serta pengelola fasilitas umum di wilayah Provinsi Aceh mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan ini dibuka oleh Dedi M. Roza, Kepala Bidang Energi dan Kelistrikan Dinas ESDM Provinsi Aceh. Dedi mengapresiasi fasilitasi dan dukungan yang diberikan oleh USAID ICED II kepada Dinas ESDM Aceh. Ini sejalan dengan perencanaan energi dan kelistrikan Provinsi Aceh yang telah tertuang dalam Rencana Umum Energi Aceh (RUEA).

“Saat ini, boleh jadi belum ada pelanggan yang memasang PLTS Atap di Aceh, tetapi jika suatu saat banyak bangunan di Aceh yang sudah punya PLTS Atap, ingatlah hari ini” ungkap Dedi optimis terkait rencana pengembangan PLTS Atap di Aceh.

Sejalan dengan kegiatan yang dilaksanakan di Provinsi Sumatera Utara pada 22-23 Oktober 2019, kegiatan ini terdiri dari dua diskusi utama, yaitu seminar listrik surya atap di hari pertama dan lokakarya listrik surya atap di hari kedua. Kegiatan hari pertama berupaya untuk mendukung Pemerintah dalam melakukan sosialisasi penerapan proyek listrik surya atap kepada pemangku kepentingan terkait. Dengan lingkup peserta yang lebih terbatas, kegiatan hari kedua bertujuan untuk membekali staf Dinas ESDM serta tenaga ahli di wilayah Provinsi Aceh dengan prinsip-prinsip dasar dan tahapan dalam mengembangkan proyek proyek listrik surya atap, termasuk pemahaman terhadap manfaat finansialnya.

Kunjungan langsung ke sistem proyek listrik surya atap yang telah terpasang di Gedung Fakultas MIPA, Universitas Syiah Kuala, Aceh, menjadi nilai tambah pembelajaran bagi para peserta. Sistem berkapasitas total 168 kWp yang dibangun awal tahun 2019 telah beroperasi dan membantu menyuplai kebutuhan listrik beberapa laboratorium di kampus Universitas Syiah Kuala. Harapannya nanti Universitas Syiah Kuala dapat menjadi pelanggan PLN pertama di Aceh yang terkoneksi dengan proyek listrik surya atap skema eksim meter.

Untuk mendorong pemanfaatan listrik surya atap dan meningkatkan peran energi terbarukan di Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) No. 49/2018, yang diubah dengan Permen ESDM No. 13/2019 dan Permen ESDM No. 16/2019 tentang penggunaan sistem listrik surya atap oleh Konsumen PT. PLN (Persero). Selanjutnya, pada tanggal 11 September 2019, Menteri ESDM mengeluarkan Surat Edaran Nomor 363/22/MEM.L/2019 kepada lembaga-lembaga pemerintah di tingkat daerah dan nasional untuk mendorong pemasangan listrik surya atap di Gedung perkantoran pemerintah, yang bertujuan untuk menghemat bahan bakar, mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan mengurangi anggaran pemerintah melalui penghematan listrik.

Dinas ESDM Provinsi Aceh sigap menanggapi Surat Edaran Menteri tersebut dengan mengajukan rancangan peraturan gubernur terkait pemanfaatan listrik surya atap di wilayahnya. Sebagai percontohan, Dinas ESDM telah merencanakan pemasangan listrik surya atap di gedung kantor Dinasnya yang direncanakan dibangun pada tahun 2021. “Jika Pergub ini disetujui oleh Gubernur, maka kami dari Dinas akan siap untuk melakukan pendampingan ke Kabupaten/Kota, terutama dalam hal perencanaan dan konsultasi teknisnya,” lanjut Dedi.

USAID ICED II terus mendukung Pemerintah Indonesia, salah satunya kepada Provinsi Aceh, dalam mengembangkan energi bersih di Indonesia. Beberapa bentuk dukungan USAID ICED II adalah membantu mendampingi Dinas ESDM Aceh dalam proses penyusunan RUEA yang telah berhasil disepakati oleh DPRD Aceh dan Pemda Aceh dan saat ini dalam tahap finalisasi Perda RUEA. USAID ICED II juga mendukung Dinas ESDM Aceh penyusunan rencana umum ketenagalistrikan Aceh (RUKA) yang masih dalam proses penyusunan dokumen dan ditargetkan selesai akhir tahun ini. Kegiatan Seminar dan Lokakarya ini juga merupakan bentuk dukungan USAID ICED II kepada Pemprov Aceh, khususnya dalam pengembangan teknologi PLTS Atap sesuai amanat instruksi Kementerian ESDM (Permen ESDM 49/2018 jo. 13/2019 jo.16/2019)