Rancangan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Untuk Kinerja Energi

31 Juli 2019

Direktorat Konservasi Energi (DEK) dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya untuk meningkatkan kemampuan tenaga ahli bidang pengukuran dan verifikasi (M&V) proyek penghematan energi di bidang industri, bangunan komersial, pembangkit listrik dan transportasi. Salah satu upaya DEK dari Kementerian ESDM adalah mengembangkan dan merampungkan rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk kinerja energi

Bekerja sama dengan USAID Indonesia Clean Energy Development II (ICED II), DEK dari Kementerian ESDM mengadakan diskusi penyusunan rancangan SKKNI untuk kinerja energi pada 30-31 Juli 2019 di Bogor. Sebanyak 29 peserta yang terdiri dari staf DEK dari Dirjen EBTKE, institusi swasta dan universitas menghadiri kegiatan diskusi ini. Pemerintah berharap agar SKKNI dapat meningkatkan kemampuan para tenaga ahli bidang hemat energi mampu memberikan jasa profesional, ilmiah dan teknis.

Diskusi pertama telah dilakukan awal Juli 2019 dan menghasilkan tujuan serta fungsi-fungsi dari standar kompetensi M&V kinerja energi. Pertemuan kedua mengeksplorasi lebih lanjut mengenai berbagai fungsi dasar unit kompetensi yang akan memiliki kriteria pembelajaran yang detail.

Hariyanto, Direktur Konservasi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam pembukaan acara mengatakan bahwa diskusi kedua ini lebih menitikberatkan kepada pengembangan kerangka pemetaan kompetensi M&V kinerja energi ke dalam Kriteria Unjuk Kerja (KUK) untuk tiap elemen kompetensi yang telah disepakati.

“Diskusi ini harus berada dalam koridor norma dan standar minimal yang berlaku, namun sekaligus dapat diterapkan di lapangan sesuai kondisi di Indonesia.”

Hariyanto juga berharap, pembelajaran untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam melakukan pengukuran dan verfirikasi proyek penghematan energi, dapat diadopsi serta diimplementasikan secara praktis di Indonesia.

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) melalui Keputusan Presiden No. 79/2014, yang menargetkan pengurangan konsumsi energi nasional sebesar 17% dari 2016 hingga 2025. Praktik inisiatif efisiensi energi kurang terlaksana akibat minumnya kesadaran efisiensi energi terutama dengan teknologi terbaru, manfaat dan risiko poryek efisiensi energi di Indonesia.

Oleh karena itu timbul kebutuhan untuk menyusun standarisasi pengukuran dan verifikasi proyek penghematan energi secara professional.  Negara-negara maju telah terlebih dahulu melakukan standarisasi tersebut, oleh karena itu pemerintah juga perlu membuat standar kompetensi yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

USAID ICED II memberikan dukungannya kepada DEK dari Dirjen EBTKE dengan memfasilitasi seri kegiatan diskusi rancangan standar kompetensi pengukuran dan verifikasi serta meninjau rancangan konsep teknis yang diusulkan oleh tim teknis.