Pelatihan Pengkajian Pedoman Studi Interkoneksi untuk Perusahaan Listrik Negara

25 Juli 2019

Menyusul penerbitan peraturan baru Perusahaan Listrik Negara (PLN) tentang penyambungan pembangkit energi terbarukan ke sistem distribusi PLN, USAID Indonesia Clean Energy Development II (ICED II) bekerja sama dengan PLN mengadakan pelatihan untuk memastikan penerapan peraturan tersebut serta mengenalkan peranti lunak baru yang dapat mendukung penerapan peraturan. Berlangsung di Surabaya pada 22-26 Juli 2019, sebanyak 53 orang staf PLN wilayah Barat Indonesia menghadiri pelatihan tersebut.

Peraturan baru tersebut adalah Peraturan Dewan Direktur (Perdir) PLN No. 0064.P/DIR/2019 tentang Pedoman Penyambungan Pembangkit Energi Terbarukan ke Sistem Distribusi PLN mengatur pelaksanaan penyambungan tenaga listrik yang bersumber dari pembangkit energi terbarukan ke sistem distribusi ketenagalistrikan PLN.

Pedoman tersebut menyasar pihak pengembang pembangkit listrik (PPL) atau sering disebut sebagai independent power producer (IPP) agar dapat lebih efisien dalam menyiapkan dan mengajukan permohonan penyambungan pembangkit energi terbarukan ke sistem distribusi PLN; juga menyasar PLN agar mampu memeriksa, menganalisa dan menyetujui  permohonan penyambungan. Dengan demikian, pembangkit listrik energi terbarukan tidak akan mempengaruhi sistem jaringan PLN dalam hal keamanan, keandalan serta kualitas daya.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas staf PLN untuk melakukan tinjauan studi interkoneksi pembangkit energi terbarukan sesuai dengan peraturan yang baru, serta mengenalkan penggunaan peranti lunak PSS SINCAL untuk simulasi sistem tenaga listrik. Peranti lunak ini berguna untuk analisis sistem tenaga listrik dan dapat diintegrasikan dengan perangkat geospasial yang untuk proses perencanaan sistem; bagi PLN, peranti lunak ini akan sangat berguna dalam perencanaan sistem distribusi.

Para peserta pelatihan diharapkan dapat memberikan input yang konstruktif untuk draf akhir panduan studi interkoneksi. Tak hanya itu, peserta juga diharapkan memperoleh pengetahuan mendalam dengan angsung berlatih melakukan kajian studi interkoneksi menggunakan peranti lunak PSS SINCAL.

Dalam pembukaan pelatihan, Nur Syamsu, Senior Manajer Perencanaan PLN Pusdiklat mengemukakan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat bagi staf PLN.

“Semoga training bisa memberikan manfaat bagi teman-teman dan PLN secara umum. Saya harap teman-teman PLN bisa mengaplikasikan apa yang telah dipelajari selama training ini ketika kembali ke wilayah masing-masing.”

Ferry Syauqi, Vice President Energi Hydro, Divisi Energi Baru Terbarukan PLN turut memberikan kata sambutan dalam pelatihan ini. Beliau menekankan pentingnya pedoman penyambungan pembangkit energi terbarukan berdasarkan Perdir 64//2019.

” Kami berharap teman-teman bisa melakukan training ini dengan baik karena ini akan menjadi pondasi untuk mengaplikasikan pedoman penyambungan pembangkit energi terbarukan.”

Pelatihan ini akan dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama memfasilitasi staf PLN wilayah Barat Indonesia dan pelatihan bagian kedua untuk staf PLN wilayah Timur Indonesia akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2019.