Alternatif Skema Bisnis Kendaraan Listrik (KL) Berbasis Baterai

16 Maret 2020

Peraturan Presiden No. 55/2019 mengenai  alternatif skema bisnis kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan menjadi landasan untuk mewujudkan kendaraan listrik berbasis baterai. USAID Indonesia Clean Energy Development II (ICED II) bekerjasama dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas rancangan perarturan menteri (permen) mengenai kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan pada 12 Maret 2020 di Jakarta.

Dalam acara tersebut,  USAID ICED II memaparkan draf kajian skema bisnis kendaraan berbasis baterai di Indonesia. Kajian ini berisi pembelajaran dan pengalaman negara-negara yang telah menerapkan skema bisnis kendaraan listrik. USAID ICED II berharap kajian tersebut dapat menjadi titik permulaan bagi pemerintah Indonesia untuk menemukan alternatif skema bisnis yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia. Penggunaan kendaraan listrik djuga apat membantu Pemerintah Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca.

Wanhar, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM dalam pembukaan lokakarya menghargai dukungan USAID ICED II terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Ini merupakan bagian dari kegiatan pembinaan dan pengawasan Direktorat Jenderal  Ketenagalistrikan Kementerian ESDM selaku regulator dalam bidang ketenagalistrikan,” ujar Wanhar.

Turut meramaikan acara ini adalah 80 orang dari staf Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan juga perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang transportasi konvensional seperti Blue Bird dan Transjakarta serta transportasi daring (online) seperti Gojek dan Grab.