Lokakarya Perencanaan Elektrifikasi PLN Sulawesi Selatan

5 Desember 2019

USAID ICED II mendukung Pemerintah Indonesia untuk memutakhirkan perencanaan elektrifikasi pedesaan. Sistem Informasi Geografis (GIS) mampu memetakan berbagai lapisan informasi seperti jaringan listrik, distribusi jalan dan bangunan sehingga Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sulawesi Selatan dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan dapat melakukan perencanaan dan pengembangan akses dan infrastruktur listrik regional.

Kombinasi data peta geospasial dengan data akses listrik pedesaan dapat menghasilkan tampilan yang memudahkan proses perencanaan. Peta juga membantu perencana kelistrikan mengetahui jenis dan ukuran bangunan guna menentukan sistem elektrifikasi pedesaan yang sesuai. Hal terpenting dalam perencanaan yang baik adalah pengetahuan dan keterampilan para pemangku kepentingan yang merencanakan kegiatan pembangunan.

Bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), USAID Indonesia Clean Energy Development (ICED II) mengadakan lokakarya dan pelatihan perencanaan elektrifikasi menggunakan pendekatan geospasial pada 26-27 November 2019 di Makassar. Sebanyak 46 peserta yang terdiri dari staf PLN wilayah Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat (Sulselrabar), Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Selatan dan Universitas Hasanuddin.

Lokakarya pelatihan perencanaan elektrifikasi ini bertujuan untuk memperbarui data elektrifikasi di Sulawesi Selatan. Analisa perencanaan elektrifikasi dapat memperkuat kapasitas PLN dan ESDM Sulawesi Selatan dalam merencanakan penyambungan listrik bagi daerah yang belum memiliki akses listrik, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperbaiki manajeman dan transparansi data.

Achmad Habib, Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan, Dinas ESDM Sulawesi Selatan dan Syaifuddin, Manajer P2K (Pejabat Pembuat Komitmen) PLN Wilayah Sulawesi Selatan turut membuka acara ini. PLN dan ESDM berkomitmen untuk bekerja sama meningkatkan akses elektrifikasi Sulawesi Selatan.

Syaifuddin juga menambahkan bahwa PLN wilayah Sulawesi Selatan sangat serius, berkomitmen dan antuasias dalam memperluas akses listrik ke daerah yang memerlukan. “Saya harap kami dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyelaraskan rencana untuk pembangunan daerah dengan rencana PLN untuk melistrik daerah.”

USAID ICED II akan melakukan pelatihan dan lokakarya lanjutan yang memfokuskan kepada sistem informasi geografis, data geospasial, metodologi dan latar belakang dalam mengembangkan lapisan data jaringan 20 kV untuk perencanaan elektrifikasi program akses listrik berkelanjutan untuk PLN Wilayah Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat.